KULAWARGA PADEPOKAN GALOEH SALAKA NGAHATURKEUN "WILUJENG SUMPING DI BLOG PADEPOKAN GALOEH SALAKA INDONESIA"

Selasa, 11 Oktober 2011

MENELUSURI MISTERY WANGSIT SILIWANGI

Menurut beberapa babat carita sunda wangsit siliwangi adalah ucapan yang mengandung pesan terakhir  yang bermuatan patwa kehidupan di masa yang akan datang yang  di ucapkan oleh seorang raja Pajajaran yang terkenal yaitu Sri Baduga Maharaja Prabu Siliwangi bagi seluruh para abdinya dan rakyatnya yang mana saat mengucapkan pesan keadaan mereka sedang dalam perjalanan menghindari pasukan Cirebon yang dipimpin langsung oleh putra dan cucu sang nalendra sendiri.
Pada masa itu hubungan antara penguasa Pajajaran dengan putra serta cucunya ya itu Pangeran Cakra buana dan Syarif Hidayatulloh sedang memanas karna Cirebon  mendeklarasikan kemerdekaan wilayahnya  dengan melepaskan segala ikatan politik pemerintahan serta membebaskan cirebon dari kewajiban mengirim upeti ke Pajajaran yang membuat gusar penguasa Pajajaran yang notabene adalah ayah dan kakek penguasa Cirebon.
Alasan Cirebon memisahkan diri dari kekuasaan Pajajran karna sistim iklim politik yang di terapkan Syarif Hidayatulloh sangat berbeda dengan apa yang diterapkan Pajajaran,karna Cirebon mutlak dalam menjalankan roda pemerintahanya dengan menerapkan syareat Islam  hal ini terjadi karna kedua penguasa dua wilayah tersebut berbeda keyakinan.
Dalam menghadapi Cirebon yang saat itu di pandang oleh pajajaran adalah sikap pembangkangan terhadap kekuasaan Pajajaran padahal Cirebon mutlak masuk wilayah Pajajaran,berbagai cara di tempuh untuk mengingatkan Cirebon dengan mengirimkan beberapa tliksandi ke wilayah cirebon dengan tujuan agar Cirerbon segera merubah sikapnya agar tidak terjadi hal hal yang tidak di inginkan karna bagaimanapun Syarif Hidayatulloh cucu penguasa Pajajaran yang terlahir dari Dewi Rara Santang yang bersuamikan petinggi Mesir.Juga Pangeran Cakrabuana uwaknya Syarif Hidayatulloh masih dalam kategori putra mahkota Pajajaran.
Namun segala upaya yang dilakukan pihak Pajajaran menemui kebuntuan bahkan setiap utusan yang diutus tidak pernah kembali kepajajaran.Maka dengan berat hati Pajajaranpun bermaksud melakukan tindakan dengan kekuatan militer maka disusunlah segala rencana dan segera disiapkan kekuatan militer untuk berangkat kecirebon.Namun berkat kearipan salah seorang penasehat kerajaan hal itu urung dilakukan karna akan ada dampak yang kurang baik apabila itu dilakukan,maka dengan bijaksananya penasehat itu memberikan alasan lebih baik yang tua mengalah bukan berarti tunduk tapi dengan mendatangi cirebon sebagai orang tua kepada putra dan cucu bukan sebagai penguasa negara,barang kali dengan bicara dari hati kehati akan ada titik temu yang lebih menguntungkan kedua wilayah itu dibanding dengan kekuatan militer yang jelas akan lebih banyak mrugikanya,karna pada dasarnya pemisahan cirebon dilakukan hanya karna bebeda pandangan keyakinan dan kepercayaan yang di inginkan Cirebon Pajajaran mau menerima dan memeberi kebebasan agar ajaran islam diterima dan para petinggi  Pajajaran mau memeluk islam termasuk Penguasanya.
Di saat yang bersamaan Cirebonpun melakukan kunjungan ke Pajajaran dengan tujuan melakukan upaya perdamaian,namu karna rombongan dari Cirebon dalam jumblah besar serta dengan pasukan bersenjata lengkap maka Pajajaran salah mengartikan kedatangan mereka yang di anggap datang melakukan penyerbuan,hingga Penguasa Pajajaran terpaksa menyingkir dengan membawa pengikut yang masih sangat setia kepada Pajajaran.
Di saat itulah ketika seluruh rombongan sedang beristirahat dari melakukan perjalanan yang melelahkan pemimpin mereka mengeluarkan patwa atau pesan yang harus di ingat dan di pilih oleh semua pengikutnya.
Di antaranya isi pesan yang terkenal dengan nama Wangsit Siliwangi itu sebagai berikut:                                   
1. Prabu Siliwangi menyatakan bawa dirinya sudah bukan lagih penguasa Pajajaran.                                             
2.Memberikan kebebasan kepada seluruh pengikut setianya agar  memilih jalan hidup masing masing               
3.Bagi yang ingin kembali ke kotaraja diperintahkan ke utara,yang ingin mengabdi kepada penguasa diperintahkan berangakat ketimur,yang tidak ingin ikut siapa siapa ingin menentukan jalan hidupnya sendiri diperintahkan ke barat dan yang ingin mengikutinya diperintahkan berangkat ke selatan.dan sebelum mereka berangkat sesuai pilihannya Prabu Siliwangi memberikan pesan yang bermuatan ramalan kehidupan Pajajaran di masa yang akan datang.
4.Bagi yang memilih berangat ke utara Prabu sdiliwangi meramalkan mereka akan menemukan kehidupan dan menjadi orang orang yang selalu terpinggirkan,akan selalu terkalahkan oleh orang asing,sekalipun ada yang pandai tapi tidak akan menjadi pejabat tinggi paling jadi bawahan dan suruhan tetap orang lainlah yang akan memimpin mereka dimasa yang cukup lama.
5.Bagi yang memilih mandiri dan berangkat ke barat diramalkan mereka akan tetap terpisah dari siapapun bahkan tidak akan terjangkau penguasa negri yang terlahir dari keturunan saudaranya yang pergi ketimur,punya cara dan adat yang berbeda dan tetap selamanya memegang keyakinan leluhurnya dalam menjalankan kehidupan sehari hari dan tidak akan tersentuh perubahan jaman atau kemoderenan
6.Kemudian yang ingin mengikutinya dan memilih ke selatan ,karna kebetulan dipimpin seorang petapa sakti yang perginya menyimpan dendam bekepanjangan dan sangat membenci para Pemimpin Cirebon yang notabene keturunan susuhunanya,maka diapun mengajarkan ajaran kesaktian yang memiliki keahlian merubah wujud menjadi harimau,karna Pajajaran sangat identik dengan binatang yang satu ini.
7.Bagi yang berangkat ketimur diramalkan dari merekalah kelak akan terlahir pemimpin negeri dan para kaula pemerintahan hingga batas waktu yang panjang  jaman berganti  jaman,berganti piminan negeri hingga diramalkan datang jaman kebo bule yang menguasai negri,banyak keturunan anak negri yang jadi penjilat,banyak menyebar bibit penyakit.Akan mengalami bermacam macam pergolakan kehidupan,akan banyak orang orang yang memikirkan pribadi semata serta perebutran kekuasaan.Di ramalkan akan muncul pemimpin negri yang membawa perubahan besar yang memelihara burung elang di pohon beringin,akan ada sedikit kesadaran penduduk negri namun tidak lama muncul kekisruhan dan kerusuhan.Hal itu akan terulang dan terulang hingga akan datang pembawa kedamaian ya itu budak angon(pengembala) dan budak janggotan(Pemuda berjanggut) yang kedatanganya di awali oleh budak janggotan yang memberikan peringatan namun tidak digubris malah budak janggotan di tangkap.Dan  pada masa itu akan mulai muncul kesadaran dari penduduk negri tentang kehidupan yang semerawut hingga banyak yang menelusuri  jati diri negri yang hilang,namun banyak juga yang kebablasan hingga menimbulkan banyak permasalahan.
Disaat keadaan negri sudah semakin kacau maka barulah akan tampil budak angon pembawa kedamaian dan kemakmuran yang akan berdampingan bersama sama dengan budak janggotan hingga akan muncul kembali Pajajaran baru yang berdirinya seiring perubahan jaman bukan pajajaran yang lampau.Pada saat itulah manusia pinunjul akan muncul memimpin Pajajaran dalam pembaharuan dan peradaban moderen yang di aping budak angon dan budak janggotan.
Setelah selesai berbicara Prabu Siliwangi segera memerintahkan seluruh pengikutnya berangkat sesuai pilihanya masing masing dan di larang menengok kebelakang.
Nah hingga saat ini wangsit siliwangi sangat di pegang teguh oleh orang orang yang meyakini kebesaran dan ke agungan Prabu Siliwangi dan meyakini betul  patwa penguasa Pajajaran itu akan menjadi kenyataan karna dari penelitian mereka beberapa patwa itu memang jadi kenyataan, coba simak pilihan yang di ambil oleh pengikut Prabu Siliwangi yang ke utara yang dikatakan mereka akan selalu tersisih..? itu bisa dilihat dari suku betawi yang hingga sekarang keberadaanya terus terpinggirkan,tergerus kemajuan jaman dan dalam pemerintahanpun belum ada yang menjadi petinggi negri yang mutlak seperti  gubernur dan pejabat tinggi lainya..? paling sekarang adapun baru baru ini di tingkat kabupaten dan walikota.
Kemudian yang memilih tidak ikut siapa siap dan berangkat ke barat, sampai detik ini orang badui tidak tersentuh kemoderenan dan keyakinannya  sunda buhun juga tidak mengenal pemerintahan walaupun wilayah badui luar mulai tersentuh kemajuan namun untuk badui dalam sangat dipertahankan.
Kemudian yang memilih ketimur,bukankah seluruh pemimpin negri dan para pejabat tinggi negara dari jaman kejaman tidak bisa terbantahkan dari mana...?
juga kekacauwan dan jaman yang dikiasakan jaman kebo bule...bukankah itu jaman penjajahan..? juga pergolakan politik dan saling sikutnya para elit politik yang terus menerus dipertontonkan oleh sebagian para elit politik sekarang..? itu di gambarkan dalam wangsit siliwangi.
Juga yang diberi pilihan pergi keselatan,sangatlah jelas hingga saat ini di wilayah sancang kabupaten garut masih tersimpan misteri hutan sancang yang banyak ceritera misticnya,bahkan tidak sedikit didatangi orang orang yang sangat memegang prinsip kuat ageman yang besumber dari sumber karuhun karna disana terdapat petilasan Prabu Siliwangi bahkan sejak dahulunya banyak orang orang yang mlakukan ritual persembahan dengan memotong hewan kambing untuk persembahan yang memang ini kebiasaan turun temurn sejak jaman Pajajaran.
Namun dalam memaknai masalah budak angon dan budak janggotan disinilah yang harus menggunakan pemikiran yang jernih,sebab mungkin ini bahasa kiasan dan harus digali dan diteliti pemahamanya.Sebab dua tokoh ini dikatakan sebagai pembawa kedamaian dan jalan terang bagi negri.Mungkin saya salah satu orang yang sering bertanya dalam hati, apakah dua tokoh ini muncul dalam perwujudan manusia perorangan hingga benar benar menjelma sebagai manusia yang akan memebebaskan negri ini dari kecarut marutan dan kesemrawutan negri ini..? kalau ya kapan dan dari mana ia datang..? apakah kedatanganya menunggu negri ini makin terpuruk..? karna saya sering mendengar tutur orang orang tua atau pinisepuh yang saya datangi sekedar menggali pemikiran dan penelitian,rata rata mereka meyakini kemunculanya seseorang keturunan pajajaran yang bergelar budak angon.
Namun saya sering berpikir lebih realistis,mungkin yang dimaksud budak angon disini adalah dalam bentuk jamak,ya itu kaum intelektual yang punya kejernihan dan kebesaran hati,yang menjadi para pemimpin negri yang penuh kesabaran dan ke aripan sebagai pengayom masyarakat yang mengerti keinginan dan keseriusan dalam melayani  masyarakatnya,seperti laku seorang pengembala yang di sebut budak angon,yang selalu siaga menjaga gembalaanya dari hal apapun,selalu mencari daerah yang penuh dengan sumber makanan.Kemunculan tokoh inilah yang diharapkan oleh segenap masyarakat,bukan orang yang pandai bicara namu tak pandai mengurus rakyat.Mungkin inilah yang dimaksud budak angon yang akan muncul seiring proses perjalanan negri.
Yang kedua tokoh budak janggotan(berjanggut) kalo Cuma sekedar berjanggut entah berapa ribu orang indonesia yang berjanggut,tapi belum tentu orang yang akan jadi penerang negeri.Jadi saya menyimpulkan sendiri bahwa makna budak janggotan disinih bukan secara harpiah,tapi makna dan istilah dari budak janggotan dan budak angon sinyalemen akan munculnya manusia pinunjul yang terlahir dari gerakan kesadaran diri manusia yang kembali pada pitrah dan sunahnya sebagai insan hingga tampil sebagai kholifah parahyiangan.
Sang nalendra sendiri adalah seorang manusia yang pinunjul di masanya,mempunyai pandangan dan wawasan luas serta sangat taat terhadap ajaran budi pekerti mendekatkan diri kepada sang penguasa alam,hingga saat mengeluarkan patwa wangsit itupun hasil dari semedinya yang memohon petunjuk sang hiyang Widhi(TUHAN PENCIPTA ALAM) dengan memasrahkan diri seutuhnya hingga dapat petunjuk gambaran kehidupan Pajajaran yang akan datang.
Dalam kalimat kalimat yang di ucapkan sang nalendra seolah dia mampu menangkap sinyalemen bahwa Pajajaran akan kembali berdiri dalam era peradaban baru dalam kepemimpinan wujud yang sempurna dan teratur setelah melalui proses rekonstruksi sistem tata nilai sunah dan sunda secara pitrahnya Sebab sunda adalah Pajajaran bekitupun sebaliknya,yang akan melahirkan manusia pinunjul yang di sebut budak angon sebagai AYATULLOH KAUNIYAH dan budak janggotan sebagai AYATULLOH KAULIYAH,yang keberadaan keduanya penuh misteri yang pusatnya ada pada tiap kesucian diri manusia.
Kedua tokoh yang disebut manusia pinunjul adalah gambaran sinyalemen diri diri manusia yang mampu berpikir dalam kesucian hati dan keiklasan berbuat dan berkarya hingga benar benar tampil sebagai pengayom pengaping dan pelindung rakyat,mampu memberi penerang bagi kegelapan menuntun kepada manusia yang mejalankan hidup silih asah silih asih silih asuh sebagai bentuk kesucian Siliwangi yang sejati.Sehingga sinyalemen yang tersirat dalam wangsit siliwangi bahwa sunda akan menjadi isu sentra rekonsruksi peradaban manusia secara Universal,Global,Holistik dan Suci benar benar nyata.
Sebab Wangsit siliwangi menyiratkan sinyalemen bahwa sunda akan tampil memimpin dunia menuju keadilan dan kesejahtraan umat manusia dengan hadirnya manusia pinunjul diwilayah Parahiyangan namun wujud manusia secara Universal bukan Individual hingga kesadaran  dunia akan melirik sunda sebagai induk generasi dan induk peradaban dunia....WALLOHU A’LAM.

Bilih lepat tutur kalimat sareng bahasana hapunten anu kasuhun 
By Budi kusumah 

4 komentar:

putra prabu selatan cirebon mengatakan...

bagus postingannya........saya suka..

tim suksestuhan mengatakan...

Ini lokasi budak angon yang dimaksudkan siliwangi menurut hasil semedi kami : https://timsuksestuhan.wordpress.com/2015/03/08/lokasi-gua-ashabul-kahfi-dan-ramalan-siliwangi-adalah-batu-gantung-danau-toba/

raquell agustien mengatakan...

makasih yah atas informasinya, jangan lupa kunjungi blog aku juga.
QUEENXXX92

Ridwan Pratama mengatakan...

sae pisan

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls